Istri Driver Ojol Di Madiun Menghilang Setelah Sang Suami Ditemukan Tewas

Ruruh Wicaksono, Kapolres Madiun AKBP menyatakan bahwa korban, Darwin yang berprofesi sebagai driver ojol sempat membuat laporan tentang dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh istrinya sebanyak dua kali sebelum ditemukan tewas.

Namun pada saat itu pihak berwajib tak bisa melakukan apa-apa karena minimnya bukti. Masih menurut Ruruh saat ini pihak kepolisian masih berkonsentrasi untuk mengungkapkan kasus yang diduga pembunuhan ini.

Keberadaan istri Darwin juga hingga kini masih menjadi buruan penyidik Polres Madiun. Istri korban diketahui menghilang tiba-tiba saat Darwin ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Darwin Susanto (35), seorang pria yang berprofesi sebagai driver ojol ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di sebuah ruko (rumah toko) kontrakan di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Minggu malam (11/8/2019).

Pria naas ini ditemukan dengan wajah dipenuhi luka dan telentang di atas kasur di lantai. Di dinding terlihat banyak percikan darah yang sudah mengering. Guna mengungkap penyebab tewasnya korban Polisi melakukan autopsy. Jenazah kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit di kota Madiun.

Polisi memperoleh laporan penemuan mayat korban Darwin ini dari warga sekitar. Berikutnya pihak berwajib langsung mendatangi lokasi yang terletakdi depan bangunan Bank BRI Mejayan.

KDRT pada pria

Saat mendengar peristiwa KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga, umumnya orang akan mengira bahwa wanita adalah pihak korban dengan suaminya sebagai pelaku. Namun faktanya tak selalu demikian, sebagaimana kasus driver ojol yang tewas tersebut dan pernah mengaku menjadi korban kekerasan sang istri.

Orang kerap menganggap sepele hingga lucu bila mendengar si Pria menjadi korban KDRT, karena pria yang biasanya dianggap lebih kuat bagaimana mungkin diperlakukan kasar oleh wanita yang lebih lemah. KDRT yang dilakukan pria umumnya berfrekuensi sering namun tidak membawa akibat fatal, sebaliknya pria yang melakukan KDRT efeknya akan lebih fatal mengingat tenaga mereka yang biasanya lebih besar.

Meskipun begitu dalam perilaku KDRT wanita bisa berperilaku lebih kejam, sementara pria bisa menjadi lemah karena kecenderungan untuk menahan mengingat wanita adalah lawannya. Pria yang menjadi korban KDRT pun lebih sering diam karena malu bila hal tersebut diketahui orang luar. Selain itu tak banyak lembaga yang tanggap dan bersedia menangani kasus KDRT dengan pria sebagai korban.

Penyebab KDRT

Ini beberapa hal yang dipercaya dapat memicu KDRT baik kepada pria atau pun wanita.

Masalah ekonomi
Pengacara sekaligus co-founder Ladies International Program (LIP) Indonesia, Dr Elza Syarief SH MH, mengatakan faktor ekonomi sering menjadi alasan terjadinya KDRT. Contohnya seorang ibu rumahtangga yang tidak bekerja sehingga dirinya dan anak-anaknya bergantung sepenuhnya kepada suami. Dengan begitu saat mengalami kekerasan istri cenderung diam demi mengamankan masa depan dirinya serta anak-anaknya.

Terlalu cinta

Hal ini bisa terjadi baik kepada wanita atau pria. Saat terjadi kasus kekerasan alasan korban untuk tak membawa peristiwa tersebut kepada pihak berwajib adalah perasaan cinta yang mendalam. Elza mengatakan pernah menangani kasus demikian ini hingga 3 tahun.

Setiap kali dipukuli oleh suami, istri memang membuat laporan ke polisi, kemudian saat suaminya meminta maaf, sang istri merasa iba dan mencabut laporan. Tapi kasus kekerasan ternyata berulang. Hal demikian ini terjadi terus-menerus hingga akhirnya keduanya harus berurusan dengan kepolisian.

Tingkat pendidikan Kesenjangan tingkat pendidikan juga dapat memicu KDRT. Bagi wanita yang berpendidikan tinggi dia akan lebih berani memutus KDRT yang dialaminya dengan melapor ke pihak berwajib

Read More PEMBUNUHAN